Thursday, July 26, 2012

Dahsyatnya SAKARATUL MAUT !!



Assalamualaikum semua......... Semoga ibadah puasa yang kita jalani mendapat keberkatan dan keredhaan dari Allah. 

Setiap kita pasti akan mati. Mengingati mati membantu kita sentiasa takut kepada Allah dan boleh memberi kita semangat untuk memperbaiki ibadah kita dari semasa ke semasa.

Saya ingin berkongsi sedikit ilmu dari hasil pembacaan saya dari kitab tulisan IMAM AL-GHAZALI - DI BALIK TABIR KEMATIAN (DZIKR AL-MAUT WA MA BA'DAHU - IHYA ULUMUDDIN)

Kita pasti akan mengalami tiga perkara berat selama proses sakaratul maut itu.

Pertama : petaka tercabutnya nyawa.
Rasa sakit ini telah melumpuhkan akalnya, membungkam lidahnya, dan melemahkan semua persendiannya. Sebenarnya ia ingin sekali meratap, berteriak dan menjerit meminta tolong. Tettapi ia tidak kuasa lagi melakukan semua itu. Satu-satunya tenaga yang tersisa hanyalah suara lenguhan dan desah nafas tersengal-sengal yang terdengar dari tenggorokan dan dadanya saat nyawa sedang dicabut. Warna kulitnya juga berubah dan menjadi keabu-abuan mirip warna tanah liat, iaitu tanah yang menjadi sumber penciptaannya. Seluruh urat tercabut kekuatannya, yang menibulkan rasa pedih di sekujur tubuh bahagian dalam dan luarnya. Bola matanya terbelalak ke atas, bibirnya tertarik ke belakang, lidahnya mengerut, kedua buah zakarnya terangkat naik, dan hujung jemariberubah warna menjadi hitam kehijauan. Jadi jangan anda tanya bagaimana sakitnya tubuh ketika sekuruh urat dicabut dayanya, hingga menjadi kaku.
Selanjutnya, satu persatu tubuh akan mati. Mula-mula telapak kakinya menjadi dingin, kemudian betis dan pahanya. Setiap anggota tubuh merasakan sekerat demi sekerat, penderitaan demi penderitaan. Dan itu terus saja terjadi sampai rohnya mencapai kerongkongan. Pada titik ini berhentilah perhatiannya kepada dunia berikut seluruh penghuninya. Pintu taubat telah ditutup, dan ia pun diliputi rasa sedih dan penyesalan.

Kedua : petaka menyaksikan sosok malaikat maut dan rasa gentar serta takut melihatnya.
Manusia yang paling kuat sekalipun tidak akan sanggup melihat sosok malaikat maut saat menjalankan tugasnya untuk mencabut nyawa manusia yang penuh dosa.

Saat malaika maut datang untuk mencabut nyawanya, Nabi Ibrahim a.s, kekasih Allah, bertanya kepadanya, "Apakah engkau boleh memperlihatkan sosokmu kepadaku saat sedang mencabut nyawa manusia yang gemar melakukan perbuatan jahat. ? "

Malaikat maut menjawab, "Anda tidak akan sanggup melihatnya."

Tapi Ibrahim berkeras, "Aku pasti sanggup."


Akhirnya malaikat maut menjawab, "Baiklah. Sekarang berpalinglah dariku."
Ibrahim pun berpaling darinya. Lalu, ketika ia berbalik kembali, ia melihat di hadapannya susuk makhluk berkulit hitam legam, berambut lurus tegak, berbau busuk, dan mengenakan pakaian serba hitam. Dari mulut dan lubang hidungnya keluar jilatan api. Melihat pemandangan itu, Ibrahim segera jatuh pengsan Ketika sedar kembali, malaikat maut sudah berubah dalam bentuk asal. Ia berkata, " Wahai malaikat maut, bila seorang yang derhaka melihat wajahmu saja pada saat kematiannya, nescaya itu sudah cukup menjadi hukumannya. "

Ketiga: petaka yang dialami ketika orang-orang yang derhaka menyaksikan tempat mereka di neraka.
Mereka bahkan sudah dicekam rasa takut yang luar biasa sebelum menyaksikan peristiwa itu. Sebab , ketka sedang mengalami sakaratul maut, tenaga mereka telah lenyap. Sementara roh mereka mulai merayap keluar dari jasad. Namun, roh mereka baru keluar setelah mereka mendengar suara malaikat maut yang menyampaikan salah satu dari dua khabar, iaitu khabar :

"Bergembiralah wahai musuh Allah, dengan azab neraka!", atau khabar,

"Bergembiralah wahai kekasih Allah dengan syurga!" Dari sinilah timbul rasa takut di dalam hati orang-orang yang berakal.

No comments:

Post a Comment

Apa kata anda....